Petualangan ke gunung berapi aktif

NEKAD MENDAKI GUNUNG SOPUTAN

Banyak orang berpikir bahwa kegiatan mendaki gunung itu adalah hal yg cukup sulit di lakukan, karenanya menjadi keharusan untuk menyiapkan perlengkapan yang mendukung kegiatan tsb mulai dari pakaian(jaket dll),sepatu boots khusus, ransel, makanan, alat masak praktis plus bahan bakar padat, tenda, dll. Dgn perlengkapan standar itu di harapkan kita siap menghadapi tantangan.
Nah, pernah suatu ketika aku Cs, merencanakan pendakian ke salah satu gunung api aktif di minahasa, yaitu gunung Soputan.Tapi dalam pada itu untuk menyediakan perlengkapan pendakian, kami tidak punya cukup waktu, maklum kami bukan pendaki profesional yg punya peralatan lengkap (biasanya sih minjam k temen yg kbtulan punya..Hik hikz..) sementara tinggal 2 hari lagi pedakian di lakukan..tujuan kami adalah mendaki sekaligus menghadiri ‘pengucapan syukur'(acara tradisional sehabis panen di minahasa) ke salah satu desa di kaki gunung Soputan, tapi berhubung kami kebetulan lagi males(baca:gk punya uang) naik angkutan umum, apalagi mobil pribadi..heheh.. mana punya coy..! Sehingga kami terpaksa membawa helikopter pribadi..astaga! itu pendakian apa penerbangan seeh? Koq jd aneh ya?! Ok.sory. Lanjutkan!! Sampe mana tadi? Oh ya, mo ke ‘pengucapan syukur’ sambil mendaki ato mendaki sambil mengucap syukur ato apalah..yg pasti 2hari kemudian,yakni hari sabtu, kami segera berangkat, mengingat besoknya adalah bertepatan dgn Pengucapan Syukur di Desa Liwutung. Rombongan kami berjumlah 9 org yg semuanya pria sejati..berjuang dgn hati..sepenuh hatii..tapi tanpa modal yg cukup. Dengan hanya membawa 2buah ransel berisi 1buah tenda, serta nasi bungkus untuk sekali makan, serta beberapa buah lampu senter, kamipun berangkat. Rencananya kami akan melewati jalur pendakian dari daerah Langowan, kemudian jalur turun ke arah Liwutung di sisi lain gunung Soputan. Sementara perjalanan kami sesuai dgn prediksi kami, yaitu berjalan kaki..hi hihi. sambil jalan kami mencoba menumpang di kendaraan yg lewat tapi mana ada yg mau..eh ternyata ada..tapi sayangnya pos pendakian tinggal beberapa ratus meter lagi..artinya setelah menempuh 95persen jarak ke pos 1 dgn jalan kaki.. Tapi gk apa, yg penting hepii choy.!
Sekitar pkl 7 mlm, kami tiba di pos 1. Pendakian pun di mulai. Jalur pendakian sperti biasa, tdk ada yg menurun (namanya juga mendaki..). Spot pertama kami yaitu hutan pinus di salah satu lereng gunung soputan. Perlu di ketahui, gunung soputan memiliki tiga puncak dengan 2 kawah gunung. Semuanya aktif. Perjalanan ke hutan pinus melewati lahan subur perkebunan penduduk yg di tanami macam2 tumbuhan yg rata2 punya waktu panen cepat seperti jagung, bawang merah, tomat dll. Semakin mendekati spot, jalan pun semakin mendaki tajam, lahan perkebunan pun makin berkurang dan perlahan berganti menjadi hutan. Kadang kami melewati pondok kecil yg tidak terurus. Jika melewati daerah berpohon rindang, keadaan jalan gelap gulita sehingga cahaya senter seperti hanya bisa menembus beberapa meter ke depan entah karena apa. Kami pun harus berhati hati mengingat beberapa teman tidak membawa alat penerang sehingga harus mengikuti teman yg mbawa senter. Setiap kira-kira 20menit kami meneriakkan nama kami untuk mengetahui semua anggota masih dalam rombongan, tidak ada yg tersesat.. Kami mulai menyusur sebuah anak sungai yg mengering. Bau belerang tercium semakin keras.. Itu artinya spot semakin dekat. Anak sungai itu berasal dari sebuah mata air yg tidak jauh dari hutan pinus tempat para pendaki membuat perkemahan sebelum melanjutkan pendakian ke puncak. Jadi kami menyusuri anak sungai (sebenarnya lebih mirip parit). Semakin mendekati spot, suasana semakin gelap karena jalan setapak kini melewati pohon pohon besar yg menaungi..seperti memasuki sebuah gua besar. Tapi kami tetap maju tak gentar..membela yg benar..maju serentak..tentuu..kita menaang..(maksudnya kami jalan sambil nyanyi gitu, untuk ngilangin rasa takut, gk paham amat sich) ok. Lanjutkan..
Akhirnya kami tiba juga di hutan pinus.. Di tempat itu sudah banyak pendaki yg memasang tenda sehingga suasana jadi ramai. Ada suara2 tape rekorder yg di putar keras sehingga jadi mirip pasar malam yg tentu saja tanpa atribut komidi putar de el el. Pokoknya rame dh boo.. Kami memasang tenda dengan ributnya sementara beberapa teman mencari kayu bakar buat api unggun. Hawa gunung sangat dingin sehingga harus ada api untuk menghangatkan badan sekaligus untuk mendidihkan air untuk ngopi dikit lah yauww.. Setelah semua selesai kamipun mulai..lho koq? maksudnya selesai memasang tenda dan menyiapkan kopi panas, kami mulai ya itu, minum kopi itu. Setelah ngopi, makan, kami istirahat (mode bobo ON)..
Besoknya, pagi2 jam 4.00 pendakian lanjut. Jalur pendakian kini membelah semak2 yg tumbuh di daerah berpasir. 2jam kemudian di depan kami terbentang pemandangan luar biasa..
Bersambung ke: Tersesat di gunung Soputan.

9 Komentar

  1. Ok mantap

  2. Soputan, oh… hanya bisa saya lihat dari Tomohon saja. Ingat Tomohon ingat kacang Kawangkoannya yang garing dan uenak….

  3. Yg di Tomohon itu gunung Lokon(aktif jg).. Soputan adanya di kab.Minahasa Selatan.. Kawangkoan di kab.Minahasa induk. Kacangnya emang tiada tara.. Hehe..promo.. Makasih kunjungannya..

  4. wow, pake heli gan…mantap…
    gunung mase aktip lage…

  5. Helli itu nama sandal gunung gw.cm d tambahin kopter aza.. Hobynya muter2 n’ sering d pke nyambit mangga..hehehe..aktip n’ atraktip khan??

  6. soputan….memang indah…..tapi……..kotoran masih banyak (sampah,-red)…….kapan ya bisa kesana lagi…………………..???????????

  7. oke juga
    salam rimba dari jogja

  8. wahwahwah….asyik juga klo ilang dsna,,,apalagi kalu “LULU: bawa lari.heheh
    nti dpa so rangka.

    wkwkwkwk

    btw mantapp..!!!

  9. weh mantap gan… ini satusatunya referensi yang saya dpt ttg soputan rencananya besok mw kesana jadi lagi cari2 info .. ok mantap


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s